A. Pengertian manajemen pendidikan
Secara etimologis, kata “pendidikan” berasal dari kata dasar didik,
yang mendapat imbuhan awal dan akhiran pe-an. Berubah menjadi kata
kerja mendidik, yang berarti membantu anak untuk menguasai aneka
pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang diwarisi dari keluarga dan
masyarakatnya. Pada zaman Yunani, pendidikan diistilahkan dengan kata
“paedagogiek” yang artinya ilmu menuntun anak, sementara “paedagogia”
artinya pergaulan dengan anak-anak, sedangkan orang yang menuntun
disebut dengan nama “paedagog”. Kamus Oxford Learner's Pocket
Dictionary mencatat, Pendidikan diartikan sebagai pelatihan dan
pembelajaran (Arif Rohman, 2009:5). Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (2008: 352) pendidikan ialah suatu perbuatan atau cara
memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan
kecerdasan pikiran.
Kemudian Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat
(1 ) mendefinisikan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa dan negara.
Penjelasan lain menyatakan bahwa mendidik merupakan proses
membudayakan manusia (Made Pidarta, 2009:2). Manusia merupakan
sebuah diri dengan kemampuan dasar berpikir dan potensi dasar
mendalami dunia rasa, maka melalui proses pendidikan diharapkan bisa
menciptakan olah pemikiran yang terus hidup berkembang sehingga
menemukan aplikasi ilmu pengetahuan untuk memecahkan persoalan
hidup ini. Inti atau Esensi Pendidikan itu sebenarnya merupakan proses
pewarisan ide-ide ilmu pengetahuan dari satu generasi ke generasi
berikutnya (Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, 201 0:9). Manusia
memiliki bakat agar didayagunakan dan dikembangkan melalui proses
pendidikan ini, sehingga bakat tersebut bermanfaat bagi dirinya dan
masyarakatnya (H.A.R Tilaar dan Riant Nugroho, 2008:43).Pendidikan dan
manusia adalah sebuah kesatuan yang takkan terpisahkan. Selama ada
manusia maka pendidikan tidak akan pernah terlepas dari kehidupan
manusia itu sendiri. Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya
dan manakala anak-anak ini sudah dewasa, maka mereka akan mendidik
anak-anaknya juga. Begitu seterusnya (Made Pidarta, 2009:1 ).
Sihombing, dalam Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (Eti
Rochaety,dkk, 201 0:7), menguraikan pokok-pokok penting dalam
pendidikan sebagai berikut :
1 . Pendidikan adalah proses pembelajaran
2. Pendidikan adalah proses sosial
3. Pendidikan adalah proses mamanusiakan manusianya
4. Pendidikan berusaha mengubah atau mengembangkan
kemampuan, sikap dan perilaku positif
5. Pendidikan merupakan perbuatan atau kegiatan sadar
6. Pendidikan memiliki dampak pada lingkungan
7. Pendidikan berkaitan dengan cara mendidik
8. Pendidikan tidak berfokus pada pendidikan formal.
Manajemen dalam kerangka kontemplasi nasional pendidikan dalam
Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat (1 ), maka
manajemen pendidikan diupayakan sebagai payung administrasi yang
manaungi seluruh kesadaran terencana mewujudkan situasi pendidikan
secara aktif untuk meningkatkan pengembangan diri sehingga memiliki
kekuatan spiritual dan karakter bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara.
Perlunya aplikasi manajemen pendidikan, Urgensi aplikasi manajemen pendidikan ini sesuai dengan Peraturan
Pemerintah RI No.1 7 Tahun 201 0 BAB II Pasal 3 yang menyebutkan bahwa
tujuan pengelolaan pendidikan ialah untuk menjamin :
a. Akses masyarakat atas pelayanan pendidikan yang mencukupi,
merata, dan terjangkau;
b. Mutu dan daya saing pendidikan relevansinya dengan kebutuhan
kondisi masyarakat; dan
c. Efektivitas, efisiensi, dan serta dan/atau akuntabilitas pengelolaan
pendidikan.
Pengelolaan pendidikan atau manajemen pendidikan di semua
tingkat, secara nasional, ditujukan agar layanan pendidikan dirasakan oleh
seluruh rakyat Indonesia dengan proses bermutu dan berdaya saing tinggi,
tetap berorientasi kebutuhan lokal.
Adapun Di tengah masyarakat yang selalu bergerak ke arah penyempurnaan
diri dan kompleksitas kebutuhan pasar pendidikan, serta realitas
perkembangan teknologi dan gaya hidup yang terus mengalir, maka
menimbulkan kejadian di luar rencana manajemen. Di tingkat makro, ada
tiga perubahan besar terkini yang sangat memberi pengaruh besar kepada
kehidupan manusia, yaitu proses globalisasi, demokratisasi, dan kemajuan
teknologi informasi (H.A.R.Tilaar, 201 2:460). Keseluruhan perubahan
tersebut membentuk pilar pendidikan yang globalis dan mendunia.
Seluruh sivitas pendidikan termasuk peserta didik menjadi bagian dari
warga negara global, yang satu sama lain bisa berhubungan tanpa ada
sekat apapun. Demokratisasi mengarahkan seluruh warga masyarakat
berperan aktiv dalam manajemen persekolahan. Kondisi ini menuntut
manajerial sekolah memihak pada kebutuhan dan kepentingan lokal
semantara pada saat yang sama menjadi informasi bagi dunia pendidikan
secara global.
Tantangan utama yang selalu ada dan harus disadari oleh seluruh
pelaku manajerial kependidikan ialah perubahan. Apa yang abadi di dunia
ini ialah perubahan. Selera masyarakat terhadap pendidikan juga
mengalami perubahan. Perubahan-perubahan tersebut sebuah
keniscayaan dan tidak dapat dihindari. Muhaimin, dkk, (201 0:69)
menjelaskan, beberapa perubahan tersebut misalnya perubahan upaya
meningkatkan mutu pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolah
(MBS), perubahan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), perubahan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), perubahan Dewan
Pendidikan, Komite Sekolah, Badan Standar Nasional Pendidikan, dan
sebagainya. Perubahan-perubahan tersebut selalu akan terjadi dan ini
harus diantisipasi oleh pihak manajemen kependidikanan
Unordered List
Tuesday, January 10, 2017
Artikel Terkait
This Is The Newest Post
This Is The Oldest Page
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
EmoticonEmoticon